Senin, 09 Mei 2011

Perubahan Makna Kata

Perubahan Makna Kata
Penyebabnya >
Perkembangan ilmu teknologi
Perkembangan sosial budaya
Perbedaan bidang pemakaian
Ada asosiasi persamaan sifat
Pertukaran tanggapan indera yang berbeda
Perbedaan tanggapan nilai rasa
Adanya penyingkatan
Adanya perkembangan istilah
Macam-macam perubahan makna kata
Ameliorasi
Yaitu perubahan makna kata yang dirasa lebih tinggi/sopan/baik nilai rasanya.
Contoh:
Tuna wicara nilai rasanya lebih baik dari pada bisu.
Pramu wisma nilai rasnya lebih baik dari pada pembantu/ jongos.
Peyorasi
Yaitu perubahan makna kata yang dirasa kurang sopan/lebih rendah nilai rasanya.
Contoh:
Gelandangan nilai rasanya lebih rendah dari pada tuna wisma.
Bui nilai rasanya lebih rendah dari pada hotel prodeo.
Catatan
Kalau saya mengajarkan pada anak didik saya dengan mengingatkan pada Amel = gadis yang cantik maka nilai rasanya lebih tinggi/sopan/baik. Sedangkan Peyorasi saya plesetkan menjadi nenek peyot = nilai rasanya lebih rendah karena nenek yang sudah peyot sudah tidak cantik lagi. Hehe...ini sih cuma sekedar pengingat agar anak didik saya tidak mudah lupa membedakan ameliorasi dengan peyorasi.
Sinestesia
Yaitu perubahan makna kata yang disebabkan pertukaran anggapan dua indera yang berbeda.
Contoh:
Sotonya Mbak Ida sedap rasanya. (indera pengecap)
Gadis berambut panjang itu sedap dipandang. (indera penglihatan)
atau
Es krim ini lembut sekali ketika sampai di lidahku. (indera pengecap)
Nyanyiannya lembut mengalun sepanjang malam ini. (indera pendengar)
Asosiasi
Yaitu perubahan makna kata karena adanya persamaan sifat.
Contoh:
Pemuda itu hanya menjadi benalu di rumah kakaknya. (benalu= pengganggu/ pengacau)
Ayah membersihkan benalu yang menempel di pohon mangga depan rumah kami. (benalu= tanaman parasit/tanaman pengganggu)
atau
Adikku mencari catut untuk mencabut paku di dinding. (catut= alat untuk mencabut paku)
Setiap pagi adikku kena catut kakak kelasnya. (catut= pungutan liar/ uang yang diminta secara paksa)
Generalisasi (Makna Meluas)
Yaitu perubahan makna kata pada zaman sekarang lebih luas daripada zaman dulu.
Contoh:
Sebagai penghormatan terakhir almarhum, Saudara dimohon berdiri. (kata saudara pada zaman sekarang dipakai untuk memanggil siapa saja yang bukan keluarga, padahal jaman dahulu hanya dipakai untuk memanggil saudara kandung/keluarga)
Mari kita jalan-jalan ke simpang lima. (zaman sekarang kata jalan-jalan bermakna pergi dengan menggunakan motor/mobil, padahal zaman dulu jalan-jalan maknanya ya berjalan menggunakan kaki)
Spesialisasi (Makna menyempit)
Yaitu perubahan makna kata pada zaman sekarang lebih sempit daripada zaman dulu.
Contoh:
Adikku sekarang ini duduk di kelas 3 sebuah madrasah di Jawa Timur. (kata madrasah zaman sekarang ini disempitkan maknanya menjadi sekolah yang berbau agama Islam, padahal zaman dulu semua sekolah dinamakan madrasah)
Saya resmi diwisuda menjadi sarjana di tahun 2008. (kata sarjana zaman sekarang lebih sempit maknanya hanya untuk orang yang sudah menempuh pendidikan tingkat strata, padahal zaman dulu kata sarjana bisa untuk memanggil siapa saja yang dirasa orang pandai ceramah/ orasi/ pandai bidang apapun walaupun hanya lulusan SR: Sekolah Rakyat atau setara SD)

7 komentar:

  1. GA LENGKAP AKH!

    GA SERUUUUUUUUUUUUUUUUU....................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!







    HUFT.... >,<

    BalasHapus
  2. iuhhhh ada yg ga ngerti w



    HADEUH HADEUH HADEUH

    BalasHapus
  3. contohnya banyakin dumsss



    iuhhhhhhhhhhhhhhh

    BalasHapus
  4. contoh nyaaaa banyakinn donkk

    BalasHapus
  5. Thanks infonya membantu bgt..
    :-)

    BalasHapus
  6. Artikel yang sangat bermanfaat buk. Semoga artikel kita bisa saling melengkapi kekurangan yang ada.
    Salam.

    BalasHapus